Jasa Pembuatan Elevator, Escalator dan Dumb Waiters ( Service, Over Houl, Mechanical Electrical, General Suppler) - Untuk Pemesanan dan Pemasangan Pekerjaan Lift dan Maintenance Service, Silahkan Hubungi Marketing Support Kami, : Phone 0812-1280-2509, HP.08953-7879-3625, .
Diposting oleh
Lift Elevators Escalators
on Selasa, 24 Desember 2013
Label:
Control
PCB Board
Pcb board yang kami desain ini dipergunakan untuk sistim pengontrol berbasis mikrokontroller AT89c2051 dan AT89c51/52. Mikrokontroler adalah single chip computer yang memiliki kemampuan untuk diprogram dan digunakan untuk tugas-tugas yang berorientasi kontrol. Mikrokontroler datang dengan dua alasan utama, yang pertama adalah kebutuhan pasar (market need) dan yang kedua adalah perkembangan teknologi baru. Yang dimaksud dengan kebutuhan pasar adalah kebutuhan yang luas dari produk-produk elektronik akan perangkat pintar sebagai pengontrol dan pemroses data. Sedangkan yang dimaksud dengan perkembangan teknologi baru adalah perkembangan teknologi semikonduktor yang memungkinkan pembuatan chip dengan kemampuan komputasi yang sangat cepat, bentuk yang semakin mungil, dan harga yang semakin murah.
1. Tipe ZR-ES01SMD409
PCB board ini didesain untuk berbagai keperluan applikasi pengontrolan dengan rellay keluaran.
Spesifikasi:
Dimensi : 152mm x 90mm
Input Voltage : 12volt ac dc
I/O : 8 - 7
Output : Rellay contact
MCU : AT89C2051
PCB : Double side
Komponen : Tipe Smd
Indikator : I/O Smd Led (merah)
Harga :
Lain- lain : Buku Manual - pdf
Applikasi lain : Speed motor control escalator, Hoist elevator control, Dumb waiter control, Changing switch, dll
2. Tipe ZR06At52
PCB board ini didesain untuk penggunaan sistem pengontrolan lift. Sistem yang digunakan adalah pararel input untuk perintah utama lift, seperti tombol untuk lantai 1,2,3,4 dan 5. Disertakan penggunaan indikator lantai dengan seven segment display.

Spesifikasi :
Dimensi : 147mm x 152mm
Input Voltage : 12volt ac dc
I/O : 15 - 11
Output : Rellay contact + Display Segment
MCU : AT89C52
PCB : Single side
Komponen : Standar
Indikator : Output Led
Sistem : Auto & Manual
Selector : NC/NO selektor input
Harga :
Lain - lain : Buku Manual - pdf
Aplikasi lain : Speed motor control escalator, Door Operator control, Hoist elevator control, Dumb waiter with inverter control motor, Changing switch, dll
3. Tipe ZR07ATS-01
Pcb board ini didesain untuk pemakaian sistem pengontrolan tegangan 3 phase untuk mengatur pembantu pengalihan daya listrik disaat darurat atau
gangguan hilang fasa dan drop tegangan.
Spesifikasi :
Dimensi : 140mm x 116mm
Input Voltage : 12volt ac dc
Input : 6 input sensor 10vac - 157vac
Output : 2 Rellay contact
MCU : AT89C2051
PCB : Single side
Komponen : Standar
Indikator : Input / Output Led
Sistem : Auto & Manual
Selektor : NC/NO selektor input, Timer
Handled : Remote Kontrol
Harga :
Lain - lain: Buku Manual- pdf
4. Interphone board tipe ZR36-237-18L
Pcb board ini digunakan sebagai aksesori lain untuk penggunaan di lift. Biasanya untuk emergancy call. Untuk komunikasi dua arah bila terjadi gangguan di dalam lift.
Spesifkasi :
Dimensi : 249mm x 150mm
Input Voltage : 220volt ac
Input : 17 I/O + 1 input master
Output : 1 Rellay contact call bell
MCU : AT89C51 x 2
PCB : Single side
Komponen : Standar
Indikator : Input Led call dan display angka
Sistem : Auto Reset
Selektor : NO Switch untuk bicara balik
Harga :
Lain - lain:
Dibawah ini coba kami tunjukkan contoh aplikasi - aplikasi pemakaian pcb kontrol diatas.
1. Freight Elevator ...........2. Panel Dumb Waiter ........3. Panel Hoist lift ...........4. Panel Pintu otomatis




Bila berminat hubungi :
Hendra Jayalif : 02170639689 / 081380699169
1. Tipe ZR-ES01SMD409
PCB board ini didesain untuk berbagai keperluan applikasi pengontrolan dengan rellay keluaran.Spesifikasi:
Dimensi : 152mm x 90mm
Input Voltage : 12volt ac dc
I/O : 8 - 7
Output : Rellay contact
MCU : AT89C2051
PCB : Double side
Komponen : Tipe Smd
Indikator : I/O Smd Led (merah)
Harga :
Lain- lain : Buku Manual - pdf
Applikasi lain : Speed motor control escalator, Hoist elevator control, Dumb waiter control, Changing switch, dll
2. Tipe ZR06At52
PCB board ini didesain untuk penggunaan sistem pengontrolan lift. Sistem yang digunakan adalah pararel input untuk perintah utama lift, seperti tombol untuk lantai 1,2,3,4 dan 5. Disertakan penggunaan indikator lantai dengan seven segment display.
Spesifikasi :
Dimensi : 147mm x 152mm
Input Voltage : 12volt ac dc
I/O : 15 - 11
Output : Rellay contact + Display Segment
MCU : AT89C52
PCB : Single side
Komponen : Standar
Indikator : Output Led
Sistem : Auto & Manual
Selector : NC/NO selektor input
Harga :
Lain - lain : Buku Manual - pdf
Aplikasi lain : Speed motor control escalator, Door Operator control, Hoist elevator control, Dumb waiter with inverter control motor, Changing switch, dll
3. Tipe ZR07ATS-01
Pcb board ini didesain untuk pemakaian sistem pengontrolan tegangan 3 phase untuk mengatur pembantu pengalihan daya listrik disaat darurat atau
gangguan hilang fasa dan drop tegangan.Spesifikasi :
Dimensi : 140mm x 116mm
Input Voltage : 12volt ac dc
Input : 6 input sensor 10vac - 157vac
Output : 2 Rellay contact
MCU : AT89C2051
PCB : Single side
Komponen : Standar
Indikator : Input / Output Led
Sistem : Auto & Manual
Selektor : NC/NO selektor input, Timer
Handled : Remote Kontrol
Harga :
Lain - lain: Buku Manual- pdf
4. Interphone board tipe ZR36-237-18L
Pcb board ini digunakan sebagai aksesori lain untuk penggunaan di lift. Biasanya untuk emergancy call. Untuk komunikasi dua arah bila terjadi gangguan di dalam lift.
Spesifkasi :
Input Voltage : 220volt ac
Input : 17 I/O + 1 input master
Output : 1 Rellay contact call bell
MCU : AT89C51 x 2
PCB : Single side
Komponen : Standar
Indikator : Input Led call dan display angka
Sistem : Auto Reset
Selektor : NO Switch untuk bicara balik
Harga :
Lain - lain:
Dibawah ini coba kami tunjukkan contoh aplikasi - aplikasi pemakaian pcb kontrol diatas.
1. Freight Elevator ...........2. Panel Dumb Waiter ........3. Panel Hoist lift ...........4. Panel Pintu otomatis



Bila berminat hubungi :Hendra Jayalif : 02170639689 / 081380699169
Diposting oleh
Lift Elevators Escalators
Label:
Lift Elevator
Konsep dasar daya guna Lift / Elevator
PERSYARATAN FUNGSIONAL UTAMA:
Memindahkan orang dan benda-benda berat dari satu lokasi ke lokasi lain yang lebih tinggi atau lebih rendah, lokasi.
DESIGN PARAMETER:
Sebuah lift dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan ini.
LATAR BELAKANG:
Passenger Elevator atau yang biasa disebut lift penumpang merupakan alat transportasi vertical yang sangat dibutuhkan terutama gedung-gedung bertingkat tinggi. Pemakaian Passenger elevator sangat membantu bagi mobilitas baik orang maupun barang pada antar lantai dalam suatu gedung. Perencanaan system makanis passenger alevator dengan system traksi dengan roda pulley dimana, system dengan traksi roda pulley ini paling banyak digunakan saat ini.
Adapun komponen mekanis yang direncanakan adalah system pulley, tali, gear box, system pengereman, dan juga dihitung daya motor yang dibutuhkan. Hasil dari perhitungan akan dipakai guna pemilihan komponen mekanis yang dibutuhkan.
Untuk melakukan hal ini, listrik elevetor dirubah menjadi energi mekanik (rotasi) . Rem dari lift harus dirancang untuk menjamin keamanan selama hari biasa digunakan. Rem juga harus mampu terlibat dalam kasus-kasus ekstrim di mana kabel lift rusak atau keadaan tak terduga lainnya akan muncul. Selain itu, lift harus mengambil dan menurunkan penumpang seefisien mungkin. Jika kebutuhan berbagai pilihan aplikasi sistem lift yang digunakan, biasanya aplikasi yang kompleks mengikuti pengembangan kontrol yang mereka gunakan.
Lift harus sesuai dalam kebutuhan ruang yang diberikan gedung. Itu harus dibuat cukup besar untuk menangani lalu lintas harian normal dan untuk memindahkan benda-benda yang diperlukan di dalam gedung. Hal ini tidak bisa dibuat terlalu besar dan, karena itu, mempengaruhi struktur bangunan itu sendiri. Kemungkinan pembatasan berat beban di dalam lift dapat ditentukan dari ukuran motor dan komponen lain dalam sistem lift. Batas berat beban ini harus cukup besar untuk menangani penggunaan sehari-hari.
Perencanaan awal yang baik sangatlah berpengaruh terhadap operasi dan daya guna lift sebagai sarana transportasi vertikal suatu gedung. Sebaliknya, jika salah memilih system akibatnya akan terasa sepanjang jaman dan merugikan pemilik gedung. Jalan keluarnya pun sulit dan biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar. Aspek yang harus ditinjau dalam perencanaan lift adalah lokasi dan konfigurasi layout, jumlah, kapasitas dan kecepatan, grouping, single deck atau double deck, sky lobby dengan shuttle service, zoning (high rise atau express lift dan low rise)
Beberapa faktor yang mempengaruhi pertimbangan pemilihan system desain lift adalah :
1. Jumlah lantai yang dilayani
2. Jarak lantai ke lantai
3. Jumlah penghuni tiap-tiap lantai
4. Lokasi gedung
5. Penggunaan khusus lift dalam gedung
6. Lantai-lantai khusus
7. Fungsi gedung
Traffic Analysis (Elevatoring)
Sebelum mulai dengan perhitungan yang tepat atas jumlah lift, kapasitas dan kecepatannya kita harus memiliki pegangan umum (guide line) untuk menentukan batasan-batasan agar jangan terlalu menyimpang, yaitu :
1. Penentuan jumlah penghuni
2. Perkiraan jumlah lift per floor / luas lantai
3. Waktu tunggu yang diharapkan di Lobby
4. Handling Capacity yang diminta
5. Perkiraan kecepatan atas dasar tinggi gedung.
Parameter (Criteria)
Parameter yang dipakai ada 2 yang sekaligus harus dipenuhi untuk memperoleh lift system design yang baik, yaitu :
1. Interval atau Average Waiting Time
Selang waktu satu lift berangkat sampai lift berikutnya tiba dilantai dasar
2. Handling Capacity
Kemampuan seluruh lift mengangkut penumpang dibanding dengan jumlah penghuni yang diperkirakan akan memakai lift dalam jangka waktu tertentu (dalam lift industri = 5 menit)
Kriteria tersebut di atas tentu saja berbeda antara satu gedung dengan gedung yang lainnya, tergantung fungsi dan lokasinya.
Sebagai contoh :
High Rise Building (Tower)
a. Single deck elevator (15 Floor max per zone)
b. Double deck elevator (20 Floor maz per zone)
Grouping
a. Single deck elevator (max 8 units per group)
b. Double deck elevator (max 6 units per group)
Office Building
Up to 20 floors use one unit
More than 20 floors use two units
Hotel
One Passenger lift every 100 rooms, plus min one service lift every two passenger lift
Multiple access level as terminals
Beside the main lobby (bassement, Mezanin) can increase the number of lift by 25 %
Special facilities at upper floors such as restaurant, health club
can increase the number of lift by 20 %
Sistem Penalian ( Tali Baja )
Sebuah sistem Penalian digunakan untuk melampirkan motor / perlengkapan peredam, sangkar lift dan penghitung pembanding berat. Ada banyak berbagai jenis pengaturan yang dapat digunakan. Dalam salah satu susunan yang mungkin, seperti ditunjukkan pada Gambar 2, kedua ujung tali lift digantung ke atas balok. Sangkar lift dan berat pengimbang melekat pada katrol yang bergerak bebas.
Mesin traksi mengubah metode input daya mekanik menjadi tenaga mesin bisa digunakan dalam sistem (pergerakan vertikal dari lift). The friction between the ropes and the sheave grooves, which are cut on the pulley, initiates the traction force between the traction drive and the rope. Gesekan antara tali dan lekuk alur, yang dipotongkan pada katrol, mengawali daya tarikan antara penggerak dan traksi tali.
Ketika mesin traksi dengan kekuatan putar yang ditentukan akan di transfer melalui tali baja ke sangkar dan pemberat pengimbang. Power hanya diperlukan untuk memindahkan beban yang tidak seimbang antara sangkar lift dan pengimbang.
GEAR TRAKSI
Sebuah lift yang berfungsi untuk mengubah tenaga listrik awal, yang menjalankan motor, menjadi daya mekanik, yang dapat digunakan oleh sistem. Elevator terdiri dari sebuah motor yang paling umum sebuah sistem peredam roda gigi cacing. Sebuah sistem gear cacing terdiri dari alur cacing yang melingkar di as rotor, dan peralatan roda bulat yang lebih besar, biasanya disebut gigi cacing . Kedua gigi yang memiliki sumbu rotasi yang tegak lurus satu sama lain, tidak hanya mengurangi kecepatan rotasi traksi katrol (1), tetapi juga mengubah rotasi pesawat traksi.
Dengan mengurangi kecepatan rotasi, dengan penggunaan peralatan peredam, juga meningkatkan torsi keluaran , memiliki kemampuan untuk mengangkat benda-benda yang lebih besar pada diameter katrol (Main Sheave diameter) tertentu. Sebuah gigi cacing dipilih lebih dari jenis bahan gear pada umumnya kemungkinan karena kekompakan dan kemampuan untuk menahan beban kejut lebih tinggi. Hal ini juga mudah menempel pada poros motor, kadang-kadang melalui penggunaan coupling. Pengurangan rasio gigi biasanya bervariasi antara 12:1 dan 30:1.
Komponen motor mesin lift dapat berupa motor DC atau motor AC. Sebuah motor DC mempunyai torsi awal yang baik dan kemudahan untuk mengontrol kecepatan. Motor AC lebih sering digunakan karena ketidakrataan dan kesederhanaan (contoh penggunaan sistim lama db=direct breaking). Sebuah motor dipilih tergantung pada tujuan mendesain lift.
Daya angkut diperlukan untuk memulai gerak sangkar yang dipengaruhi kekuatan untuk mengatasi gesekan, dan untuk mempercepat massa dari keadaan diam sampai kecepatan penuh. Pertimbangan yang harus dimasukkan dalam pilihan motor yang dapat diterima baik peraturan kecepatan dan torsi awal yang baik. Selain itu, pemanasan dari berbagai komponen listrik dalam pelayanan yang berkesinambungan tidak boleh berlebihan.
Rem
Yang paling umum adalah rem lift terdiri dari perakitan kompresi pegas , sepatu rem dengan lapisan, dan perakitan sebuah solenoida . Bila solenoida tidak berenergi, kekuatan pegas sepatu rem untuk mencengkeram drum rem yang menimbulkan torsiatau tekanan pengereman. Magnet dapat mengerahkan gaya horizontal untuk menahan rem terbuka dan kembali menutup saat tidak digunakan. Hal ini dapat dilakukan secara langsung di salah satu lengan operasi atau melalui sistem linkage. Dalam kedua kasus, hasilnya adalah sama. Saat diaktifkan pegas sepatu rem ditarik magnet menjauh dari poros drum rem bersamaan dengan putaran mesin elevator tersebut.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan menghentikan putaran sebuah bahan dengan koefisien gesekan tinggi digunakan keandalan saat gesekan dalam pengereman, seperti seng asbes terikat berserat. Sebuah bahan yang terlalu tinggi koefisien gesekan dapat menyebabkan gerakan hentakan dalam sangkar. Bahan pengereman ini harus dipilih dengan hati-hati.
Biasanya efisiensi dari mesin dirancang adalah 60 persen untuk motor dan perakitan kotak perlengkapan gigi traksi. Efisiensi ini diperkirakan untuk beban sekitar 1135 kg, yang cocok dengan ukuran ideal ruangan lift, yang didorong dengan kecepatan di 1.75 m / s.
DOMINAN FISIKA:
Ada perhitungan pengalihan kekuatan daya listrik seluruh sistem lift. Listrik dimasukkan ke dalam motor sama dengan:
(untuk AC motor)
Di mana V adalah tegangan dan I / akar 2 adalah sumber arus AC. Hasil perhitungan Power konsumsi ini kemudian ditransfer melalui output dari poros motor,


Dimana T adalah torsi dan w adalah Kecepatan rotasi. Setelah daya ditransfer melalui gigi (pengurang kecepatan) output akan berkurang dan torsi akan lebih besar. Daya secara keseluruhan akan sedikit lebih rendah karena sistem tidak 100% efisien. Tegangan pada tali baja dari katrol lift adalah sama dengan berat dari lift, W e. The tension on the rope from the counter weight is W c . Tegangan pada tali baja dari pemberat adalah W c.

Gambar 1. Benda bebas dari sistem katrol
Analisis berikut telah dilakukan untuk kondisi mapan (tanpa percepatan) operasi. Tekanan gaya pada katrol pengemudi sama dengan perbedaan dari kedua ketegangan yang diberikan di setiap sisi. Di satu sisi, gaya ini sama dengan W e dan di sisi lain, itu adalah W c. Oleh karena itu, gaya total yang diberikan pada katrol 1 (drive katrol) adalah:
Dalam rangka untuk mencari daya yang diperlukan untuk gerakan lift, baik kecepatan rotasi poros drive (melekat pada katrol 1) atau kecepatan lift harus diketahui. Daya keluaran (asumsinya 100% efisiensi),

di mana r adalah radius katrol (katrol 1).

Gambar 2. Power mengalir melalui lift biasa
________________________________________
Kesimpulan :
Seperti yang dijelaskan di atas, rem ditutup dengan dikunci dari pegas dan kembali dibuka dengan menggunakan magnet. Diagram benda bebas di bawah ini menunjukkan bagaimana kekuatan ini didistribusikan. Gaya yang diberikan oleh pegas adalah jauh lebih dekat dengan pin sambungan lengan penarik dan oleh karena itu, dengan mudah dikalahkan oleh kekuatan lengan tarik magnetik (jarak jauh dari titik rotasi).
Gambar 3. Diagram sistem pengereman
Gambar 4. Diagram benda bebas dari sistem pengereman
Memindahkan orang dan benda-benda berat dari satu lokasi ke lokasi lain yang lebih tinggi atau lebih rendah, lokasi.
DESIGN PARAMETER:
Sebuah lift dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan ini.
LATAR BELAKANG:
Passenger Elevator atau yang biasa disebut lift penumpang merupakan alat transportasi vertical yang sangat dibutuhkan terutama gedung-gedung bertingkat tinggi. Pemakaian Passenger elevator sangat membantu bagi mobilitas baik orang maupun barang pada antar lantai dalam suatu gedung. Perencanaan system makanis passenger alevator dengan system traksi dengan roda pulley dimana, system dengan traksi roda pulley ini paling banyak digunakan saat ini.
Adapun komponen mekanis yang direncanakan adalah system pulley, tali, gear box, system pengereman, dan juga dihitung daya motor yang dibutuhkan. Hasil dari perhitungan akan dipakai guna pemilihan komponen mekanis yang dibutuhkan.
Untuk melakukan hal ini, listrik elevetor dirubah menjadi energi mekanik (rotasi) . Rem dari lift harus dirancang untuk menjamin keamanan selama hari biasa digunakan. Rem juga harus mampu terlibat dalam kasus-kasus ekstrim di mana kabel lift rusak atau keadaan tak terduga lainnya akan muncul. Selain itu, lift harus mengambil dan menurunkan penumpang seefisien mungkin. Jika kebutuhan berbagai pilihan aplikasi sistem lift yang digunakan, biasanya aplikasi yang kompleks mengikuti pengembangan kontrol yang mereka gunakan.
Lift harus sesuai dalam kebutuhan ruang yang diberikan gedung. Itu harus dibuat cukup besar untuk menangani lalu lintas harian normal dan untuk memindahkan benda-benda yang diperlukan di dalam gedung. Hal ini tidak bisa dibuat terlalu besar dan, karena itu, mempengaruhi struktur bangunan itu sendiri. Kemungkinan pembatasan berat beban di dalam lift dapat ditentukan dari ukuran motor dan komponen lain dalam sistem lift. Batas berat beban ini harus cukup besar untuk menangani penggunaan sehari-hari.
Perencanaan awal yang baik sangatlah berpengaruh terhadap operasi dan daya guna lift sebagai sarana transportasi vertikal suatu gedung. Sebaliknya, jika salah memilih system akibatnya akan terasa sepanjang jaman dan merugikan pemilik gedung. Jalan keluarnya pun sulit dan biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar. Aspek yang harus ditinjau dalam perencanaan lift adalah lokasi dan konfigurasi layout, jumlah, kapasitas dan kecepatan, grouping, single deck atau double deck, sky lobby dengan shuttle service, zoning (high rise atau express lift dan low rise)
Beberapa faktor yang mempengaruhi pertimbangan pemilihan system desain lift adalah :
1. Jumlah lantai yang dilayani
2. Jarak lantai ke lantai
3. Jumlah penghuni tiap-tiap lantai
4. Lokasi gedung
5. Penggunaan khusus lift dalam gedung
6. Lantai-lantai khusus
7. Fungsi gedung
Traffic Analysis (Elevatoring)
Sebelum mulai dengan perhitungan yang tepat atas jumlah lift, kapasitas dan kecepatannya kita harus memiliki pegangan umum (guide line) untuk menentukan batasan-batasan agar jangan terlalu menyimpang, yaitu :
1. Penentuan jumlah penghuni
2. Perkiraan jumlah lift per floor / luas lantai
3. Waktu tunggu yang diharapkan di Lobby
4. Handling Capacity yang diminta
5. Perkiraan kecepatan atas dasar tinggi gedung.
Parameter (Criteria)
Parameter yang dipakai ada 2 yang sekaligus harus dipenuhi untuk memperoleh lift system design yang baik, yaitu :
1. Interval atau Average Waiting Time
Selang waktu satu lift berangkat sampai lift berikutnya tiba dilantai dasar
2. Handling Capacity
Kemampuan seluruh lift mengangkut penumpang dibanding dengan jumlah penghuni yang diperkirakan akan memakai lift dalam jangka waktu tertentu (dalam lift industri = 5 menit)
Kriteria tersebut di atas tentu saja berbeda antara satu gedung dengan gedung yang lainnya, tergantung fungsi dan lokasinya.
Sebagai contoh :
High Rise Building (Tower)
a. Single deck elevator (15 Floor max per zone)
b. Double deck elevator (20 Floor maz per zone)
Grouping
a. Single deck elevator (max 8 units per group)
b. Double deck elevator (max 6 units per group)
Office Building
Up to 20 floors use one unit
More than 20 floors use two units
Hotel
One Passenger lift every 100 rooms, plus min one service lift every two passenger lift
Multiple access level as terminals
Beside the main lobby (bassement, Mezanin) can increase the number of lift by 25 %
Special facilities at upper floors such as restaurant, health club
can increase the number of lift by 20 %
Sistem Penalian ( Tali Baja )
Sebuah sistem Penalian digunakan untuk melampirkan motor / perlengkapan peredam, sangkar lift dan penghitung pembanding berat. Ada banyak berbagai jenis pengaturan yang dapat digunakan. Dalam salah satu susunan yang mungkin, seperti ditunjukkan pada Gambar 2, kedua ujung tali lift digantung ke atas balok. Sangkar lift dan berat pengimbang melekat pada katrol yang bergerak bebas.
Mesin traksi mengubah metode input daya mekanik menjadi tenaga mesin bisa digunakan dalam sistem (pergerakan vertikal dari lift). The friction between the ropes and the sheave grooves, which are cut on the pulley, initiates the traction force between the traction drive and the rope. Gesekan antara tali dan lekuk alur, yang dipotongkan pada katrol, mengawali daya tarikan antara penggerak dan traksi tali.
Ketika mesin traksi dengan kekuatan putar yang ditentukan akan di transfer melalui tali baja ke sangkar dan pemberat pengimbang. Power hanya diperlukan untuk memindahkan beban yang tidak seimbang antara sangkar lift dan pengimbang.
GEAR TRAKSI
Sebuah lift yang berfungsi untuk mengubah tenaga listrik awal, yang menjalankan motor, menjadi daya mekanik, yang dapat digunakan oleh sistem. Elevator terdiri dari sebuah motor yang paling umum sebuah sistem peredam roda gigi cacing. Sebuah sistem gear cacing terdiri dari alur cacing yang melingkar di as rotor, dan peralatan roda bulat yang lebih besar, biasanya disebut gigi cacing . Kedua gigi yang memiliki sumbu rotasi yang tegak lurus satu sama lain, tidak hanya mengurangi kecepatan rotasi traksi katrol (1), tetapi juga mengubah rotasi pesawat traksi.
Dengan mengurangi kecepatan rotasi, dengan penggunaan peralatan peredam, juga meningkatkan torsi keluaran , memiliki kemampuan untuk mengangkat benda-benda yang lebih besar pada diameter katrol (Main Sheave diameter) tertentu. Sebuah gigi cacing dipilih lebih dari jenis bahan gear pada umumnya kemungkinan karena kekompakan dan kemampuan untuk menahan beban kejut lebih tinggi. Hal ini juga mudah menempel pada poros motor, kadang-kadang melalui penggunaan coupling. Pengurangan rasio gigi biasanya bervariasi antara 12:1 dan 30:1.
Komponen motor mesin lift dapat berupa motor DC atau motor AC. Sebuah motor DC mempunyai torsi awal yang baik dan kemudahan untuk mengontrol kecepatan. Motor AC lebih sering digunakan karena ketidakrataan dan kesederhanaan (contoh penggunaan sistim lama db=direct breaking). Sebuah motor dipilih tergantung pada tujuan mendesain lift.
Daya angkut diperlukan untuk memulai gerak sangkar yang dipengaruhi kekuatan untuk mengatasi gesekan, dan untuk mempercepat massa dari keadaan diam sampai kecepatan penuh. Pertimbangan yang harus dimasukkan dalam pilihan motor yang dapat diterima baik peraturan kecepatan dan torsi awal yang baik. Selain itu, pemanasan dari berbagai komponen listrik dalam pelayanan yang berkesinambungan tidak boleh berlebihan.
Rem
Yang paling umum adalah rem lift terdiri dari perakitan kompresi pegas , sepatu rem dengan lapisan, dan perakitan sebuah solenoida . Bila solenoida tidak berenergi, kekuatan pegas sepatu rem untuk mencengkeram drum rem yang menimbulkan torsiatau tekanan pengereman. Magnet dapat mengerahkan gaya horizontal untuk menahan rem terbuka dan kembali menutup saat tidak digunakan. Hal ini dapat dilakukan secara langsung di salah satu lengan operasi atau melalui sistem linkage. Dalam kedua kasus, hasilnya adalah sama. Saat diaktifkan pegas sepatu rem ditarik magnet menjauh dari poros drum rem bersamaan dengan putaran mesin elevator tersebut.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan menghentikan putaran sebuah bahan dengan koefisien gesekan tinggi digunakan keandalan saat gesekan dalam pengereman, seperti seng asbes terikat berserat. Sebuah bahan yang terlalu tinggi koefisien gesekan dapat menyebabkan gerakan hentakan dalam sangkar. Bahan pengereman ini harus dipilih dengan hati-hati.
Biasanya efisiensi dari mesin dirancang adalah 60 persen untuk motor dan perakitan kotak perlengkapan gigi traksi. Efisiensi ini diperkirakan untuk beban sekitar 1135 kg, yang cocok dengan ukuran ideal ruangan lift, yang didorong dengan kecepatan di 1.75 m / s.
DOMINAN FISIKA:
Ada perhitungan pengalihan kekuatan daya listrik seluruh sistem lift. Listrik dimasukkan ke dalam motor sama dengan:

(untuk AC motor)
Di mana V adalah tegangan dan I / akar 2 adalah sumber arus AC. Hasil perhitungan Power konsumsi ini kemudian ditransfer melalui output dari poros motor,


Dimana T adalah torsi dan w adalah Kecepatan rotasi. Setelah daya ditransfer melalui gigi (pengurang kecepatan) output akan berkurang dan torsi akan lebih besar. Daya secara keseluruhan akan sedikit lebih rendah karena sistem tidak 100% efisien. Tegangan pada tali baja dari katrol lift adalah sama dengan berat dari lift, W e. The tension on the rope from the counter weight is W c . Tegangan pada tali baja dari pemberat adalah W c.

Gambar 1. Benda bebas dari sistem katrol
Analisis berikut telah dilakukan untuk kondisi mapan (tanpa percepatan) operasi. Tekanan gaya pada katrol pengemudi sama dengan perbedaan dari kedua ketegangan yang diberikan di setiap sisi. Di satu sisi, gaya ini sama dengan W e dan di sisi lain, itu adalah W c. Oleh karena itu, gaya total yang diberikan pada katrol 1 (drive katrol) adalah:
Dalam rangka untuk mencari daya yang diperlukan untuk gerakan lift, baik kecepatan rotasi poros drive (melekat pada katrol 1) atau kecepatan lift harus diketahui. Daya keluaran (asumsinya 100% efisiensi),
di mana r adalah radius katrol (katrol 1).

Gambar 2. Power mengalir melalui lift biasa
________________________________________
Kesimpulan :
Seperti yang dijelaskan di atas, rem ditutup dengan dikunci dari pegas dan kembali dibuka dengan menggunakan magnet. Diagram benda bebas di bawah ini menunjukkan bagaimana kekuatan ini didistribusikan. Gaya yang diberikan oleh pegas adalah jauh lebih dekat dengan pin sambungan lengan penarik dan oleh karena itu, dengan mudah dikalahkan oleh kekuatan lengan tarik magnetik (jarak jauh dari titik rotasi).
Gambar 3. Diagram sistem pengereman
Gambar 4. Diagram benda bebas dari sistem pengereman
Diposting oleh
Lift Elevators Escalators
Label:
Elevator
ALAT TRANSPORTASI VERTIKAL
Suatu bangunan yang besar & tinggi, memerlukan sarana angkut/transportasi yang nyaman untuk aktifitas perpindahan orang dan barang secara VERTIKAL. Sarana angkut vertikal yang bekerja secara mekanik elektrik adalah :
- Elevator (Lift).
- Eskalator
- Travelator / Moving walk
Mulai dari jaman kuno sampai jaman pertengahan dan memasuki abad ke-13, tenaga manusia dan binatang merupakan tenaga penggerak.
Pada tahun 1850 telah diperkenalkan elevator uap dan hidrolik. Tahun 1852 terjadi babak baru dalam sejarah elevator yaitu penemuan elevator yang aman pertama di Dunia oleh Elisha Graves Otis.
RIWAYAT ELEVATOR/LIFT
Elevator penumpang pertama dipasang oleh Otis di New York pada tahun 1857. Setelah meninggalnya Otis pada tahun 1861, anaknya, Charles dan Norton mengembangkan warisan yang ditinggalkan oleh Otis dengan membentuk Otis Brothers & Co., pada tahun 1867.
Pada tahun 1873 lebih dari 2000 elevator Otis telah dipergunakan di gedung-gedung perkantoran, hotel, dan department store di seluruh Amerika, dan lima tahun kemudian dipasanglah elevator penumpang hidrolik Otis yang pertama.Berikutnya adalah era Pencakar Langit.
Pada tahun 1889 Otis mengeluarkan mesin elevator listrik direct-connected geared pertama yang sangat sukses.
Pada tahun 1903, Otis memperkenalkan desain yang akan menjadi “tulang punggung” industri elevator,yaitu : elevator listrik gearless traction yang dirancang dan terbukti mengalahkan usia bangunan itu sendiri. Hal ini membawa pada berkembangnya jaman struktur-struktur tinggi, termasuk yang paling menonjol adalah Empire State building dan World Trade Center di New York, John Hancock Center di Chicago dan CN Tower di Toronto.
Selama bertahun-tahun ini, beberapa dari inovasi yang dibuat oleh Otis dalam bidang pengendalian otomatis adalah Sistem Pengendalian Sinyal, Peak Period Control, Sistem Autotronik Otis dan Multiple Zoning. Otis adalah yang terdepan di dunia dalam pengembangan teknologi komputer dan perusahaan tersebut telah membuat revolusi dalam pengendalian elevator sehingga tercipta peningkatan yang dramatis dalam hal waktu reaksi elevator dan mutu berkendara dalam elevator.
CARA KERJA ELEVATOR/LIFT
Pada sistem geared atau gearless (yang masing-masing digunakan pada instalasi gedung dengan ketinggian menengah dan tinggi), kereta elevator tergantung di ruang luncur oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya dua puli katrol, dan sebuah bobot pengimbang (counterweight). Bobot kereta dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggegam hoist ropes dan bergerak serta menahan kereta tanpa selip berlebihan. Kereta dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar mereka tidak berayun-ayun.
Mesin Lift “Gearless”
Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik dari kereta ini, dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan kereta. Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai “kabel bergerak (traveling cable)”.
Jalur Lift (Hoistway) dan ruang mesin di atasnya
Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.
Sistem pergerakan Elevator/Lift dengan Gearless
Pada sistem hidrolik (terutama digunakan pada instalasi di gedung rendah, dengan kecepatan kereta menengah), kereta dihubungkan ke bagian atas dari piston panjang yang bergerak naik dan turun di dalam sebuah silinder. Kereta bergerak naik saat oli dipompa ke dalam silinder dari tangki oli, sehingga mendorong piston naik. Kereta turun saat oli kembali ke tangki oli.
Aksi pengangkatan dapat bersifat langsung (piston terhubungkan ke kereta) atau roped (piston terikat ke kereta melalui rope). Pada kedua cara tersebut, pekerjaan pengangkatan yang dilakukan oleh pompa motor (energi kinetik) untuk mengangkat kereta ke elevasi yang lebih tinggi sehingga membuat kereta mampu melakukan pekerjaan (energi potensial). Transfer energi ini terjadi setiap kali kereta diangkat. Ketika kereta diturunkan, energi potensial digunakan habis dan siklus energi menjadi lengkap sudah. Gerakan naik dan turun kereta elevator dikendalikan oleh katup hidrolik.
******
RIWAYAT ESKALATOR
Pada tahun 1899, Charles D. Seeberger bergabung dengan Perusahaan Otis Elevator Co., yang mana dari dia timbullah nama eskalator (yang diciptakan dengan menggabungkan kata scala, yang dalam bahasa Latin berarti langkah-langkah (step), dengan elevator). Bergabungnya Seeberger dan Otis telah menghasilkan eskalator pertama step type eskalator untuk umum, dan eskalator itu dipasang di Paris Exibition 1900 dan memenangkan hadiah pertama. Mr. Seeberger pada akhirnya menjual hak patennya ke Otis pada tahun 1910.
Eskalator lurus dan melengkung
Dalam perkembangannya, perusahaan Mitsubishi Electric Corporation telah berhasil mengembangkan eskalator spiral (kenyataannya lebih cenderung melengkung/curve daripada melingkar/spiral) dan secara eksklusif dijual sejak pertengahan tahun 1980. Eskalator ini dipasang di Osaka, Jepang pada tahun 1985.
CARA KERJA ESKALATOR
Pendaratan/Landing
Floor plate rata dengan lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan untuk jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates.
Comb plate adalah bagian antara floor plate yang statis dan anak tangga bergerak. Comb plate ini sedikit miring ke bawah agar geriginya tepat berada di antara celah-celah anak tangga-anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada dibawah permukaan cleat.
Landasan penopang/Truss
Landasan penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang antara pendaratan bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah kotak berongga yang terbuat dari bagian-bagian bersisi dua yang digabungkan bersama dengan menggunakan sambungan bersilang sepanjang bagian dasar dan tepat dibawah bagian ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton atau baja.
Struktur perletakan Eskalator pada lantai gedung
Lintasan
Sistem lintasan dibangun di dalam landasan penopang untuk mengantarkan rantai anak tangga, yang menarik anak tangga melalui loop tidak berujung. Terdapat dua lintasan: satu untuk bagian muka anak tangga (yang disebut lintasan roda anak tangga) dan satu untuk roda trailer anak tangga (disebut sebagai lintasan roda trailer). Perbedaan posisi dari lintasan-lintasan ini menyebabkan anak tangga-anak tangga muncul dari bawah comb plate untuk membentuk tangga dan menghilang kembali ke dalam landasan penopang.
Sistem pergerakan Eskalator
Anak tangga (individual steps) dari Eskalator
Lintasan pembalikan di pendaratan atas menggulung anak tangga-anak tangga mengelilingi bagian ujung dan kemudian menggerakkannya kembali ke arah yang berbeda. Lintasan overhead berfungsi untuk memastikan bahwa roda trailer tetap berada di tempatnya saat rantai anak tangga diputar kembali.
******
RIWAYAT MOVING WALK
Banyak sebutan pada alat yang satu ini, di antaranya adalah Moving Walkway, Moving Sidewalk, Moving Pavement, Walkalator, Travelator, atau Moveator.
Moving Walkway adalah alat angkut perpindahan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain pada satu lantai atau pada lantai yang berbeda level dan bergerak sesuai dengan prinsip pergerakan pada eskalator. Dengan demikian, konveyor ini adalah pengembangan ide dari eskalator dan bisa dipasang pada posisi mendatar (horisontal) ataupun miring (inclined) dengan kemiringan 10 – 20 derajat.
Moving walkway (horisontal) di Bandara Internasional Port Columbus
Moving walkway (inclined) di Stasiun Metro Beadry, Montreal
Moving walk (horisontal) di Stasiun metro Bienvenue Paris berkecepatan 9 km/jam
Kegunaan dari alat transportasi ini adalah berfungsi untuk membawa barang-barang bawaan yang diletakkan di dalam kereta dorong (trolley) naik atau turun dari lantai satu ke lantai lain. Biasanya terdapat di supermarket, mal, stasiun kereta ekspress, dll.
Dan bila dipasang secara mendatar pada satu lantai, berfungsi untuk meringankan beban dari orang yang berjalan dengan membawa barang dan menempuh jarak yang relatif jauh. Misalnya pada terminal di bandara internasional yang luas, musium, kebun binatang, atau aquarium (water world).
Contoh gambar konveyor Moving Walkway
Struktur perletakan Moving Walkway pada lantai gedung
******
artikel untuk Spesifikasi Umum: Instalasi Lift, Eskalator & Konveyor. Didalamnya terdapat juga spesifikasi instalasi listriknya.
Diposting oleh
Lift Elevators Escalators
on Selasa, 23 Juli 2013
Diposting oleh
Lift Elevators Escalators
Label:
Lift
Diposting oleh
Lift Elevators Escalators
Label:
About
Kepada
Yth. Customer LIFT - ELEVATOR - SCALATOR - DUMB WAITERS
di
Manapun Anda Berada.......................
Dengan Pengalaman dan Teknologi yang Berkualitas maka kami PT. LIA JAYA (ELEVATOR -ESCALATOR - DUMB WAITERS) siap Melayani Pengadaan dan Pemasangan untuk ; LIFT PASSANGER, LIFT BARANG ( CARGO LIFT ) dan LIFT MAKANAN ( DUMBWAITER LIFT ) dengan Harga yang terjangkau dengan Mutu yang baik.
Produk LIFT PASSANGER biasa dipasang pada :
- Perumahan
- Hotel
- Appartament
- Rumah Sakit, Restaurant, Mall, Perkantoran dan Ruko dll.
Produk LIFT BARANG (Cargo Lift) dapat digunakan untuk:
- Pabrik, Gudang, Ruko
- Show room
- Dan lain lain
Ukuran dan Kapasitasnya dapat disesuaikan Kebutuhan dan Ruang yang tersedia..
Kami juga Menyediakan LIFT DUMBWAITER ( LIFT MAKANAN )
Yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan seperti:.
- Lift Dumbwaiter untuk Restaurant atau Dapur
- Lift Dumbwaiter untuk Kantor ( Dokumen )
- Lift Dumbwaiter untuk Rumah Sakit( Pelayanan Obat dan Makanan )
Kami memberikan juga jasa Pelayanan Maintenance Care Safety - untuk Gedung - Gedung Bertingkat, Ruko - Ruko, Restauran, Hotel dan Appartment, yaitu Pelayan Rutin yang diberikan untuk kestabilan dan keseimbangan serta menjaga efektifitas kegunaan teknis lift itu sendiri.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi kami di:
Hubungi :
Telp : 021-70639689
Read more
Yth. Customer LIFT - ELEVATOR - SCALATOR - DUMB WAITERS
di
Manapun Anda Berada.......................
Dengan Pengalaman dan Teknologi yang Berkualitas maka kami PT. LIA JAYA (ELEVATOR -ESCALATOR - DUMB WAITERS) siap Melayani Pengadaan dan Pemasangan untuk ; LIFT PASSANGER, LIFT BARANG ( CARGO LIFT ) dan LIFT MAKANAN ( DUMBWAITER LIFT ) dengan Harga yang terjangkau dengan Mutu yang baik.
Produk LIFT PASSANGER biasa dipasang pada :
- Perumahan
- Hotel
- Appartament
- Rumah Sakit, Restaurant, Mall, Perkantoran dan Ruko dll.
Produk LIFT BARANG (Cargo Lift) dapat digunakan untuk:
- Pabrik, Gudang, Ruko
- Show room
- Dan lain lain
Ukuran dan Kapasitasnya dapat disesuaikan Kebutuhan dan Ruang yang tersedia..
Kami juga Menyediakan LIFT DUMBWAITER ( LIFT MAKANAN )
Yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan seperti:.
- Lift Dumbwaiter untuk Restaurant atau Dapur
- Lift Dumbwaiter untuk Kantor ( Dokumen )
- Lift Dumbwaiter untuk Rumah Sakit( Pelayanan Obat dan Makanan )
Kami memberikan juga jasa Pelayanan Maintenance Care Safety - untuk Gedung - Gedung Bertingkat, Ruko - Ruko, Restauran, Hotel dan Appartment, yaitu Pelayan Rutin yang diberikan untuk kestabilan dan keseimbangan serta menjaga efektifitas kegunaan teknis lift itu sendiri.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi kami di:
Hubungi :
Telp : 021-70639689
Hp : 0812.9779.0488



